Pagar Puskesmas Karang Dapo 845 Juta, “Tidak Semewah” Anggaran

Aspirasipublik.id – Dimasa pandemi copid-19, dengan pertumbuhan Stunting dimana kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis yang cukup tinggi dan kondisi kesehatan masyarakat yang rentan tertular penyakit copid. Kondisi seperti ini bukan suatu halangan bagi Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara dalam upaya melaksanakan pembangunan.

Salahsatu pembangunan yang cukup miris dilaksanakan pada kondisi saat ini, pembangunan pagar Puskesmas Karang Dapo yang disinyalir menggunakan alokasi dana DAK 2020 dengan pagu anggaran sebesar 845 Juta Rupiah.

Melihat kondisi fisik pagar Puskesmas yang telah rampung dan selesai dikerjakan oleh pihak rekanan, pagar Puskes tersebut tidakla “semewah” dari nilai anggaran yang tersedia sebesar 845 Juta.

Informasi didapat, pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Muratara mengakui proyek fisik Pagar Puskesmas Karang Dapo menggunakan DAK 2020. Menurutnya pagar tersebut sudah selesai dikerjakan 100%, namun diakui juga oleh pihak Dinkes Muratara belum dibayar kepada pihak rekanan.

“Belum dibayar dan SPH. Proyek pagar Puskes Karang Dapo diakui sebagai hutang negara. Adanya surat pemgakuan hutang (SPH) tertiang dengan terbitnya SK Bupati Muratara Nomor: 255/KPTS/BPKAD/MRU/2021 tentang penetapan utang belanja OPD TA 2020”

Dikatakan oleh Zully selaku bendahara, Sub Bagian Dinkes Muratara telah mengajukan pembayaran kepada bagian perbendaharaan BPKAD Muratara setelah pekerjaan dinyatakan selesai, seperti dilansir media online.

Dihubungi kembali via whatsapp terkait pembanguan pagar Puskesmas Karang Dapo, Zully, mengatakan “tidak bisa memberikan keterangan lebih jauh atas apa yang di tanyakan awak media, tupoksi dirinya selaku Bendahara hanya membayar. Untuk permasalahan lainnya bukan wewenang kami untuk menjelaskan, takut salah”, sampai Zully.

Lanjut, Zully, sebaiknya tanyakan langsung kepa Marlinda selaku Kepala Dinas Kesehatan (KaDinkes).

“Maaf bukannya tidak ingin memberikan keterangan, takut salah”, sampainya berulangkali.

Hasil konfirmasi kepada Kepala Dinas Kesehatan Muratara, Marlinda Sukri, perihal pembangunan pagar senilai lebih dati 800 Juta tersebut. Kadinkes malah balik bertanya “Apo masalahnyo dindo? Sph bukan dek? dengan penuh ke akraban diselingi kiriman tawa emoji.

Sementara itu, saat diminta keterangannya soal pembangunan pagar Puskesmas Karang Dapo, Lehan, selaku rekanan atau kontraktor “hanya bungkam” dan belum memberikan keterangan terkait apa yang ditanyakan oleh awak media. (AP75)

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.