Kawasan Kumuh Berkurang, PU Perkim Lubuklinggau Gandeng Pihak Swasta

Aspirasipublik.id – Di usia ke 20 tahun Kota Lubuklinggau bertepatan pada Minggu 17 Oktober mendatang. Kota Sebiduk Semare Lubuklinggau dengan berbagai rutinitas kehidupan kota kawasan kumuh merupakan momok menakutkan bagi pemerintah. Berbagai usahapun dilakukan untuk menekan meluasnya kawasan kumuh.

Dari delapan kecamatan dan 72 kelurahan yang ada di kota Lubuklinggau, 517,66 hektar merupakan kawasan kumuh. Mantan Sekretaris KPU Kota Lubuklinggau Trisko Defriansyah menjelaskan bahwa Pemkot Lubuklinggau selalu berbenah untuk menuntaskan permasalahan kekumuhan.

Menurut Trisko, dalam menuntaskan kawasan kumuh yang ada di Lubuklinggau, kolaborasi antar stake holder baik dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota terus diupayakan. Dan selain pemerintah peran masyarakat dan pihak swasta sangat membantu mengentaskan persoalan kawasan kumuh.

“Program CSR dari pihak swasta bisa sangat membantu,” tegas Trisko.

Pada tahun 2021 ini, Pemerintah Kota Lubuklinggau melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman berhasil menggandeng PT Sarana Multigriya Finansial (PT SMF) Persero, sebuah BUMN yang berada dibawah Kementerian Keuangan yang bergerak dibidang Perumahan untuk bekerja sama dalam penanganan kumuh di Kota Lubuklinggau.

Melalui Dana Bina Lingkungan PT SMF menggelontorkan dana untuk kegiatan pembangunan perumahan tidak layak huni di Kelurahan Rahma Kota Lubuklinggau. Tak hanya PT SMF, Pemkot Lubuklinggau juga menganggarkan dana untuk pembebasan lahan guna menjalankan program ini.

“Rumah tidak layak huni merupakan salah satu parameter penetapan luas kawasan kumuh,” tegasnya.

Parameter ini sesuai dengan Permen PUPR No 14 Tahun 2018 tentang Pencegahan Dan Peningkatan Kualitas Terhadap Perumahan Kumuh Dan Permukiman Kumuh. Dari data yang kita miliki, 105 Rumah Tidak Layak Huni ada di Kelurahan Rahma. Namun dari jumlah tersebut 31 unit diantaranya sudah ditangani melalui Dana Bina Lingkungan (DBL) PT SMF.

Sementara itu, 74 rumah lainnya akan ditangani melalui Program-program yang sudah disiapkan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Lubuklinggau. Untuk proses pembangunan 31 unit rumah tersebut menelan anggaran sebesar Rp 2 Milyar. Dimana 31 unit rumah ini tidak hanya diperbaiki tetapi dilakukan Rehab Total atau Pembangunan Baru agar memenuhi studi kelayakan rumah.

Dijelaskan kembali, menurut Trisko, pola Kegiatan dilaksanakan melalui Sistem Swakelola Masyarakat yang mengacu Pada Kegiatan Program Kotaku Kota Lubuklinggau melalui Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Ar Rahma Kelurahan Rahma dengan melibatkan tiga Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yakni KSM Hidayah, KSM Amanah dan KSM Sakinah.

“Sudah sejak Agustus lalu program ini berjalan kalau kondisi dilapangan sudah 80 persen pengerjaan. Mudah-mudahan awal November 2021 mendatang pengerjaan sudah 100 persen,” pungkas nya. (AP75)

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.